April302013
kamu diam seribu bahasa. aku terus bertanya. kamu tetap tidak mau menyapa.
salah siapa bila aku bukanlah seseorang yang bisa mengingat segalanya?
aku belajar berubah. dan kamu pun tidak sempurna.
aku bukan cenayang yang bisa membaca seluruh pikiran dan aura. aku punya rasa, tapi aku tidak bisa menebak semuanya.
maukah kamu membagi buah pikiranmu, meski sedikit saja?
dan ketika amarahmu mereda, aku hanya ingin bicara: aku sayang kamu apa adanya.
April82013
I crave space. It charges my batteries. It helps me breathe. Being around people can be so exhausting, because most of them love to take and barely know how to give. Except for a rare few.
Katie Kacvinsky (via onlinecounsellingcollege)(via booklover)
9PM
Dulu, waktu jaman Seven Eleven baru muncul di Jakarta, gue merasa tempat ini gaul banget.
Secara ya, di Bandung ga ada Seven Eleven. Sekalinya ke Jakarta liat Sevel kayaknya wow banget. Bisa beli Slurpee yg bikin otak beku. Ah pokoknya menurut gue dulu, kayaknya ini tempat lebih gaul daripada CK.
Waktu berlalu (ceileh). Semenjak tinggal di Jakarta, gw melihat keberadaan Sevel ini ada di mana-mana. Sampai akhirnya gue sadar kalo Sevel was so overrated by me. Dari kosan tinggal ngesot udah ada Sevel. Trus abis taun baruan kemaren, ga tau gimana ceritanya, tiba-tiba muncul Sevel di deket halte Karet. Sevel is surely everywhere.
Nah, karena Sevel ini masih baru, senengnya masih kosong. Jujur, keberadaan convenience store seperti Sevel, CK dan kemudian diikuti Lawson adalah hal yang cukup menyenangkan karena menyediakan wi-fi grateesss (meskipun gue udah kerja tp msh jadi anak kos jd tetep demen gratisan). Cukup membeli minuman/ makanan yang lo mau trus bisa nongkrong selama mungkin (asal ga tau malu) di sini, apalagi kalo kuota modem udah abis. For young people out there, especially high school students, they may think hanging out in Sevel is so hip and cool. But for me, that’s nothing more than numpang wi-fi-an kalo bosen di kosan.
Seperti malam ini. Di malam minggu yang (tidak) sendu ini, gue dan si abang memutuskan untuk nongkrong di Sevel Karet yang baru. Awalnya suasana menyenangkan, soalnya sepi jadi di lt. 2 kita bisa puter lagu sama video tnp keganggu orang lain. Tapi suasana hancur ketika segerombolan ABG datang, cekikikan ga karuan, bahkan ada yang keketawaan sendiri pas di kamar mandi *lempar meja*. Suasana yang tadinya 11-12 sama Starbucks Kuningan City jadinya 11-12 sama Pasar Antri. Ah DEM!
Ah cukuplah menyampahnya. Semoga malam minggu kalian semua selalu ceria ya!