October52014

When i walked into the place that we met for the first time, all memories run back in my head. Every corner in Jakarta can’t stop remind me of you.

How can i not miss you, my darling?

October32014

Because all i miss is our conversation after Mata Najwa or Kick Andy show. We are not just any other ordinary couple who only hang out or dine out together. We share our perspective, we talk about what’s going on in our country. I simply miss throwing some random arguments toward political or social condition to you. I miss our sotoy time while we talk about our government.

I terribly miss you.

October22014

Dear someone who still lives in my heart,

You know it’s hard to let you go. Every corner that I see every day is places that we used to be visited. I was the one who made the decision for us to move on with our own life, but actually the question keeps running in my head “how should I move along?” It was one of the hardest decisions that I’ve made in my life, I can’t stand the idea of us being alone but I can’t even make any better decision…. Even if you can’t forgive me, I couldn’t mad at you though. I try to fake my smile, try to appear happy, but all I find is only anguish haunted me every night.

October12014

Karena mungkin kita tak lagi sama, karena kita berada dalam ruang dan waktu yang berbeda.

Kupikir jarak akan membuat perpisahan ini menjadi mudah. Namun ternyata tidak sesederhana itu, karena jarak masih kalah signifikan dengan perasaan yang masih ada di antara kita berdua.

September172014
“Would you call it a conversation if the other person is silent and, to keep up the appearance of a conversation, you try to substitute for him, and so imitate him, and so parody him, and so parody yourself.” Franz Kafka, Diaries (via kafkaesque-world)
9AM
aseaofquotes:

Margaret Atwood, The Blind Assassin

aseaofquotes:

Margaret Atwood, The Blind Assassin

(via booklover)

August212014

Ngurus Paspor tanpa Agen, Siapa Takut?

Karena gue rencananya akan berlibur bulan depan dan masa berlaku paspor gue kurang dari 6 bulan, Jumat lalu gue memperpanjang paspor. Tadinya pengen ngurus bulan September karena rencana perginya bulan Oktober/ November, gak taunya mbak-mbak “tour and travel” nelepon gue Rabu lalu dan minta paspornya harus ada hari Kamis depan (hari ini). Secara dia mintanya dadakan, gue jadi kalang kabut, karena terakhir urus paspor sekitar 5 tahun lalu itu memakan waktu kurang lebih 2-3 minggu. Gue langsung nanya temen gue yang biasa ngurus paspor, tapi ternyata mahal banget, sekitar Rp 600 ribu, padahal setau gw kalo urus sendiri masih sekitar Rp 350 ribuan. Karena budget gue ga sebesar itu gue langsung googling kesono kemari mengenai pengurusan paspor.

Ternyata, banyak yang ngeblog tentang pengurusan perpanjangan paspor. Mereka rata-rata bilang kalau paspor itu bisa diurus online, dan prosesnya sekitar 3 hari kerja, bisa milih hari pula. Paspor jaman sekarang bisa diurus di mana aja; misalnya gue KTPnya Cimahi tapi bisa urus di Jakarta. Karena gue anaknya penasaran, hari itu juga gue langsung buka website imigrasi, http://www.imigrasi.go.id/. Setelah itu cari aja di home di bagian agak tengah, ada yang tulisannya layanan paspor online. Tinggal ikutin deh step-step di situ.

Berbeda dari step yang sebelumnya harus upload ini itu, versi yang paling baru ini (ver 2.8) gak butuh upload data. Jadi Cuma isi aja sesuai dengan form yang ada, lalu lakukan pembayaran dengan menyetor ke BNI (gw hari Kamisnya langsung ngacir ke cabang BNI deket kantor) sebesar Rp 355.000 untuk paspor 48H, lalu lakukan konfirmasi lewat link yang dikirim ke email kita. Setelah itu muncul deh jadwal yang bisa kita pilih untuk datang foto dan interview. Karena gue butuhnya urgent, gue langsung milih hari Jumatnya. Biasanya kalau jadwal sudah penuh, jadwal tsb gak akan muncul di pilihannya. Hal ini dikarenakan untuk paspor online sudah ada kuotanya dari awal. Di Kanim Jakbar (Kota) ini kalau gak salah Cuma 100 applicant per hari. Enaknya apply paspor online itu kita bisa liat juga di Kanim mana yang bisa cepet (karena bisa cek jadwal tadi). Jadi, kita bisa dari awal prediksi apakah kita akan terlayani atau tidak di hari tersebut.

Meskipun paspor online sudah ada kuotanya dari awal, tetapi tetep aja harus cepet-cepetan datangnya. Kalau ini bukan untuk dapet/ nggaknya kuota, tetapi lebih ke nomor urut berapa kita bisa foto dan interview. Gue datang sekitar jam 06.45 sampe sana, tetapi Kanim belum buka. Meskipun begitu, petugas dan satpam-satpam sudah siap siaga ngatur antrian para pemohon paspor. Antrian dibedain antara yang manual sama yang online. Jam segitu gue udah dapet no 11. Kemudian Kanim mulai membuka antrian jam 07.30 (dari jadwal yang seharusnya pukul 08.00). Kurang lebih 15 menit gue dipanggil masuk untuk ngantri verifikasi data. Oh iya, saat apply paspor jangan lupa membawa KTP, Akte Lahir/ Ijazah, Kartu Keluarga, Paspor Lama (untuk yang memperpanjang) dan bukti bayar di BNI yang asli serta bawa 1 rangkap kopiannya. Jadi saat verifikasi data itu kita bisa langsung kasih kopian + kasih liat yang aslinya untuk dicek.

Setelah datanya diverifikasi sama mbak-mbak imigrasi, gue disuruh duduk di ruang tunggu untuk menunggu giliran foto dan interview. Sambil nunggu, kita dikasih formulir data diri yang mirip sama yang udah kita isi di online. Gue gak ngerti sih kenapa harus isi lagi, tapi ya udah lah daripada gabut juga. Karena pagi itu masih sangat beler (secara gue berangkat dari kosan jam 05.30 demi sampai pagi-pagi) gue menghabiskan waktu dengan dandan! Ya gak heboh ala-ala Syahroni sih, Cuma pake eyeliner (biar mata ga bengep) dan lip balm berwarna biar ga pucet. Kira-kira 20 menit kemudian gue dipanggil untuk interview, foto dan rekam sidik jari (gue gak tau istilahnya apa). Pertanyaannya standar lah, cuma pertanyaan untuk verifikasi data seperti sebutkan nama, tanggal lahir, kemudian berlanjut dengan pertanyaan “mau kemana?” trus “Oh kamu orang Cimahi, kakek gue juga!” dan pertanyaan-pertanyaan standar lainnya. Kelar interview dan foto, kita dikasih tanda terima untuk mengambil paspor. Pengerjaan paspor itu 3 hari kerja setelah foto dan interview, jadi kayak gue kemarin foto hari Jumat terhitung tiga hari kerja (Senin, Selasa, Rabu) lalu hari Kamisnya bisa diambil.

So, hari ini gue akhirnya ngambil paspor juga. Karena semua orang dilanda kepanikan massal gara-gara demo di MK, akhirnya gue pergi ke Kanim Jakbar naik KRL. Enaknya cabut siang-siang kayak gitu, KRL kosong banget jadi berasa MRT di Singapur! Hihihi. Udah gitu lancar lagi. Kira-kira Sudirman – Kota ditempuh dalam waktu 1 jam. Karena sampe sana ternyata kecepetan (ekspektasi gue sampe 2 jam kalo2 KRL macetlah, apalah), gue masih sempet nongkrong cantik siang-siang di Café Batavia. Pas jam 2 siang, ternyata udah ada beberapa orang yang ngantri di tempat ambil paspor. Jadi mekanismenya kita kasih tanda pengambilan + bukti bayar BNI, lalu kita dicariin paspornya (paspornya ada di dalam dokumen yang ada di dalam map2 gitu), lalu bapaknya nyuruh kita ke tukang fotokopi untuk fotokopi paspor tersebut. Setelah dari tukang fotokopi (2 lembar bayar Rp 1000), kita balik lagi ke bapaknya untuk ngasih fotokopiannya, lalu kita boleh pulang deh. Kalo paspor lama kita mau diambil, nanti di tempat fotokopian disediakan formulirnya, tapi gue sih gak ngambil paspor lama gue (soalnya kata temen gue kalo Cuma visa Singapur doang ga begitu penting juga). Tapi tak pikir-pikir agak nyesel sih kalo ga diambil, soalnya kenang-kenangan pertama kali gue ke luar negeri hehehe.

Kesimpulannya ngurus paspor sekarang udah nggak serempong dulu. Gue inget pertama kali urus paspor gue juga ga pake agen/ calo, Cuma ditemenin emak gue. Dulu kurang ngerti prosedurnya juga sih (udah lupa soalnya dulu masih bego) tapi seinget gue sih gue sempet 2-3 x bolak balik Kanim. Emang sih gak bisa dibilang sempurna juga pelayanan imigrasi sekarang, tetapi sungguh, jauh lebih baik! Semoga pelayanan publik di Indonesia bisa semakin baik lagi yaaa J

August112014
torbooks:

"I read therefore I am…so happy."

torbooks:

"I read therefore I am…so happy."

(via booklover)

June292014

When life isnt working as you have planned before, all you can do is only sitting down and cry.

I have planned so much things with this guy, and i dont have any idea how deep ive fallen into him until i find out that things arent working as ive dreamt before. He’s the guy that has same mission with me, on how we both craving for knowledge, try to open up with any perspective and how we discuss most political situation, reading same book and criticize it afterwards. Though we faced so many hard times during our relationship, honestly i am enjoying most of my time with him.

Until we decided to break up few months ago, I never think that we are set apart. I am happy to be with him almost everyday that we always used to, I am glad that I could get any chance even to fight with him. Well, actually I am happy and sad at the same time. For these few months, I don’t even think to go and looking for someone else to replace him. Like I sad a day earlier, he is the best that I’ve ever had. Despite of our uncertainty stage right now, I just want to say that I miss and love him so much, so much that it really hurts.

Because you know, it hurts because it matters. Because you matter to me, to my life.

PS: I miss you when we criticize the presidential debate in television, even though it is as dumb as choosing the right phrase for “alutsista” or “alutista”.

June152014

Sedikit Curhat di Tumblr

Semenjak kelar kuliah dulu, gue udah agak-agak males-malesan nulis di tumblr. Tapi awal-awal kerja masih lumayan sering ngisi2 tumblr, meskipun seringnya cuma reblog2 doang. Diitung-itung udah jarang banget sih sekarang, maklum sekarang udah bukan pelajar yang bisa leha-leha lagi, sekarang jadi budak korporasi *sigh*

Jadi ceritanya, semenjak gue kerja, banyak banget mimpi-mimpi yang gue kubur begitu aja. Bahkan bukan cuma mimpi, tapi juga hobi-hobi  yang gue suka lakukan, termasuk membaca dan menulis. Kalo dulu sering baca buku karena bisa minjem di Gudong dengan modal Rp 3ribu satu buku, sekarang jadi agak males karena harus beli. Lalu gak tau kenapa jadi males nulis. Mungkin pengaruh capek kalo pulang kantor, ato kebanyakan bergaul pulang kantor, tapi yang jelas kalo ada waktu pun males.

Sampe pada satu titik, gue sadar (setelah baca thought catalog, path, instagram, berdoa, bersemedi dan lain2) bahwa gue harus melakukan hal-hal yang gue suka. Karena pada intinya semua orang bekerja. Semua orang harus cari duit. Tapi yang penting adalah lo gak boleh lupa untuk melakukan apa yang lo sukai. Kalo lo bisa bekerja sesuai passion lo, itu bagus. Kalo lo bisa mencari penghidupan lewat mengerjakan hal yang bener-bener lo sukain, itu hebat. Tapi ketika lo belum sampe ke titik itu, belum tau apa yang bener-bener lo mau lakukan, at least lo harus tetep lakukan apa yang lo suka. Jangan sampe apa yang lo suka itu mati. Dan lo hidup seperti robot, seperti yang gue lakukan 1,5 tahun terakhir ini.

Setelah ngobrol dengan beberapa teman, gue sadar, gue gak boleh menyerah sama keadaan gue. Gue gak boleh berenti menulis, meskipun gue sibuk, meskipun rasanya gue gak punya waktu, meskipun gue males. Jadi sekarng gue lagi hobi bikin review restoran di id.openrice.com :) Gue gatau sih apakah hobi ini bisa membawa keberuntungan buat karir gue di masa depan, tetapi GUE HARUS TETAP MENULIS. So here i am, belajar lagi untuk nulis atau bisa juga disebut curhat. :p

Buat tumblr-er yg mungkin masih baca, bisa baca review gw dengan akun @themawari ya di openrice. Hihihi. Cheers!

← Older entries Page 1 of 64