June292014

When life isnt working as you have planned before, all you can do is only sitting down and cry.

I have planned so much things with this guy, and i dont have any idea how deep ive fallen into him until i find out that things arent working as ive dreamt before. He’s the guy that has same mission with me, on how we both craving for knowledge, try to open up with any perspective and how we discuss most political situation, reading same book and criticize it afterwards. Though we faced so many hard times during our relationship, honestly i am enjoying most of my time with him.

Until we decided to break up few months ago, I never think that we are set apart. I am happy to be with him almost everyday that we always used to, I am glad that I could get any chance even to fight with him. Well, actually I am happy and sad at the same time. For these few months, I don’t even think to go and looking for someone else to replace him. Like I sad a day earlier, he is the best that I’ve ever had. Despite of our uncertainty stage right now, I just want to say that I miss and love him so much, so much that it really hurts.

Because you know, it hurts because it matters. Because you matter to me, to my life.

PS: I miss you when we criticize the presidential debate in television, even though it is as dumb as choosing the right phrase for “alutsista” or “alutista”.

June152014

Sedikit Curhat di Tumblr

Semenjak kelar kuliah dulu, gue udah agak-agak males-malesan nulis di tumblr. Tapi awal-awal kerja masih lumayan sering ngisi2 tumblr, meskipun seringnya cuma reblog2 doang. Diitung-itung udah jarang banget sih sekarang, maklum sekarang udah bukan pelajar yang bisa leha-leha lagi, sekarang jadi budak korporasi *sigh*

Jadi ceritanya, semenjak gue kerja, banyak banget mimpi-mimpi yang gue kubur begitu aja. Bahkan bukan cuma mimpi, tapi juga hobi-hobi  yang gue suka lakukan, termasuk membaca dan menulis. Kalo dulu sering baca buku karena bisa minjem di Gudong dengan modal Rp 3ribu satu buku, sekarang jadi agak males karena harus beli. Lalu gak tau kenapa jadi males nulis. Mungkin pengaruh capek kalo pulang kantor, ato kebanyakan bergaul pulang kantor, tapi yang jelas kalo ada waktu pun males.

Sampe pada satu titik, gue sadar (setelah baca thought catalog, path, instagram, berdoa, bersemedi dan lain2) bahwa gue harus melakukan hal-hal yang gue suka. Karena pada intinya semua orang bekerja. Semua orang harus cari duit. Tapi yang penting adalah lo gak boleh lupa untuk melakukan apa yang lo sukai. Kalo lo bisa bekerja sesuai passion lo, itu bagus. Kalo lo bisa mencari penghidupan lewat mengerjakan hal yang bener-bener lo sukain, itu hebat. Tapi ketika lo belum sampe ke titik itu, belum tau apa yang bener-bener lo mau lakukan, at least lo harus tetep lakukan apa yang lo suka. Jangan sampe apa yang lo suka itu mati. Dan lo hidup seperti robot, seperti yang gue lakukan 1,5 tahun terakhir ini.

Setelah ngobrol dengan beberapa teman, gue sadar, gue gak boleh menyerah sama keadaan gue. Gue gak boleh berenti menulis, meskipun gue sibuk, meskipun rasanya gue gak punya waktu, meskipun gue males. Jadi sekarng gue lagi hobi bikin review restoran di id.openrice.com :) Gue gatau sih apakah hobi ini bisa membawa keberuntungan buat karir gue di masa depan, tetapi GUE HARUS TETAP MENULIS. So here i am, belajar lagi untuk nulis atau bisa juga disebut curhat. :p

Buat tumblr-er yg mungkin masih baca, bisa baca review gw dengan akun @themawari ya di openrice. Hihihi. Cheers!

April102014

Karimun Jawa, 28 - 30 Maret 2014. Biarin gendut, biarin item, biarin rambut tidak berbentuk, yg penting hati senang. Tapi sampe sekarang belom bisa move on T.T

10PM
“Sleep tries to seduce me by promising a more reasonable tomorrow.” Elizabeth Smart, By Grand Central Station I Sat Down and Wept (via geizlieb)

(Source: ecouter-bien, via booklover)

April32014

BREAKING NEWS: Tsunami Warning in Papua, Indonesia

allaboutindonesia:

A tsunami warning has been reported in Papua after the recent 8.2 magnitude earthquake in Chile. This earthquake could potentially reach Jayapura, the capital of Papua, Indonesia, 22 hours after the earthquake or around 4.46am on Thursday.

Please reblog to spread awareness. Hoping for the safety of locals and travelers.

(via beingindonesian)

March242014

About Knowing Yourself

As you grow up, you gradually know yourself more and more every day.

Mengingat masa kecil dulu, gue adalah orang yang sangat perfeksionis, tetapi di sisi lain gue juga sangat ingin menyenangkan semua pihak. Gue takut kalo gue jelek di mata mereka, gue gak mau kalau gue mengecewakan mereka. Gak terhitung jumlah kejadian di mana gue selalu jadi korban perasaan, di dalam keluarga, pertemanan bahkan percintaan. I couldn’t stand for myself coz i’m busy to please others.

Gue terlahir sebagai seorang yang temperamental. Sebentar ketawa, sebentar nangis, sebentar marah, omg gue temperamen ato gila ya? Ya pokoknya yang jelas gue sangat emosional. But back then, gue sering sekali menahan amarah dan ujung-ujungnya cuma nangis di bantal. Kalau ada yg bikin kesel, instead of gue ngamuk di depan dia, gue lebih baik nyindir-nyindir bikin dia ga enak sendiri. Why? Karena gue orangnya ga enakan dan pengen selalu menyenangkan orang lain, jadi jatuhnya ga enak marahin orang.

Yang ketiga, semua orang pasti berpikir gue orang yang ekstrovert. Gue pecicilan, bawel, gak bisa diam, nyerocos terus, dll. Kelihatannya sangat sanguin. Ya memang sih ada beberapa orang yg ekstro-intro nya agak-agak tipis bedanya, tapi dulu gue pikir gue sangat ekstrovert. Lalu ketika beranjak dewasa, gue sadar, gue sebenernya socially awkward. Ketika ketemu orang baru, dan orangnya lebih dari 4 orang, gue banyakan diemnya daripada ngomong. Dan semakin gue dewasa, ketemu sama banyak orang membuat gue capek. Waktu-waktu di mana gue bisa mengisi tenaga gue lagi adalah waktu-waktu gue sendiri. Dan wow, ternyata itu adalah ciri-ciri orang introvert, sama sekali gue gak pernah berpikir dulu kalo gue adalah seorang introvert.

See? As you grow up, you just realize some things that make you know yourself  better. Is it important? Jelas, karena terkadang kita gak mengenal diri kita sendiri sehingga kita gak tahu bagaimana treat diri kita untuk terus menerus bisa bahagia. Knowing yourself means helping you too. Seperti contohnya, gue gak pernah sadar sampe ada seseorang yang bilang gue orgnya cuma suka nyenengin orang lain, tapi dalam hati suka sakit hati. Baru gue sadar, dan semenjak itu gue belajar untuk mengubah hidup gue. Gue gak mau terus2an senengin orang tapi diri gue sendiri sakit hati. Gue belajar untuk mengungkapkan rasa tidak suka gue ke orang lain, karena gue tau bahwa people should know what i feel about them. Hal itu membuat gue lebih lega dan drama-drama nangis di bantal bisa dikurangin.

Mengenal diri sendiri bisa jadi lebih susah daripada mengenal orang lain. Tetapi banyak hal bisa dilakukan, misalnya dengan dengerin masukan dari orang lain atau (kalau yg niat) bisa ikut2 psikotes online supaya tau diri kita kayak gimana. It surely takes time, tetapi ketika nanti kita lebih mengenal diri sendiri, kita jadi mudah untuk mengetahui hal-hal yang harus kita lakukan untuk menolong diri kita saat dalam kesulitan. Karena gak ada satu orangpun di dunia ini yang bisa bantu kita kalau kita gak bantu diri kita sendiri. It is a lifetime process. So, be patient, keep calm & knowing yourself better :)

February192014

Menuju 500 Hari

3 hari lagi menuju 500 hari gue dan dia. Ga kerasa lho, ternyata gue udh jalan sama cowo gue lamaaaa banget. Dulu, gue pernah skeptis sama hubungan ini. Bukan berarti saat ini skeptis gue udah ilang 100%, yah, gue emang terkadang agak-agak gak yakin apalagi kalau udah menyangkut hubungan percintaan. Tapi, WOW, we did it so far so good. Jujur awal-awal emang berat banget, sering ribut, bahkan setelah lewat setahun pun masih sering berantem. Like everyday, like every time. Sampe rasanya capek banget. Tapi kemudian gue sadar kalo banyak hal yang berani gue lakukan ketika gue bersama dia. Gue berani bermimpi lagi, gue berani mengejar mimpi-mimpi gue lagi. Melakukan banyak hal yang udah gak pernah gue mau lakukan lagi.

I found that this post maybe too cheesy. But, for (almost) 500 days with him, I fully realize that I really love him.

February152014
Happy Valentine’s Day, folks! #latepost

Happy Valentine’s Day, folks! #latepost

3PM

Not really a fresh graduate, nor experienced professional

Jadi ya, Januari tahun ini resmi 2 tahun gue lulus dari bangku kuliah.

Kalau mau masukkin lamaran pekerjaan, gue bukanlah seorang fresh graduate lagi karena fresh graduate itu yang pengalaman kerjanya kurang dari 2 tahun. Tapi kalo dianggap seorang profesional berpengalaman, kayaknya gue juga belum masuk kategori itu, karena gue belum merasa profesional dan berpengalaman. Jadi?

Sejujurnya gue gak tahu juga sih. But anyway, pengen deh share masa-masa senang dan susah selama gue kerja. Gue tahu, udah lama banget, semenjak kerja terutama, gue gak pernah nulis. Dan sekarang, gue harus nulis lagi. Gue gak mau kehilangan hobi gue dan kecintaan gue dalam bidang ini. Meskipun isinya cuma curhatan dan kadang gak penting.

Then, see you on the next post!

January142014

What Kind of Life that You Wanna Live?

Where your talents and the needs of the world cross; there lies your vocation - Aristotle

Gue mendapatkan quote itu bukan dalam kelas filsafat, malah waktu gue ibadah Minggu di JPCC beberapa bulan yang lalu. Kalau ga salah tema bulan itu adalah Fruitful, jadi memang tema sebulan itu semua berujung pada bagaimana kita memiliki buah, yaitu berguna bagi sesama kita. Karena sesungguhnya kita baru benar-benar hidup ketika kita memberikan manfaat untuk orang lain.

Disadari atau tidak, kebanyakan dari kita pasti hidupnya self-centered. Gue misalnya. Jaman kuliah dulu, pokoknya setelah lulus kuliah pengen kerja di MNCs, trus pengen banget punya posisi yang strategis, duitnya banyak, wanita karir sukses banget lah pokoknya. Makanya ngebet banget lulus kuliah cepet biar cepet kesampean jadi wanita karir yang sukses. Pengen bisa pake baju dan barang mahal hasil keringat sendiri, hidup enak.

Tapi ya kok baru 2 tahun lulus sudah ga pengen kayak gitu-gitu amat. Dan setelah dikasi quote di atas tadi, gue semakin mikir “kalo lo udah sukses, trus apa?”. Kalau lo sukses, lo yang kaya, ya bisa ngebahagian orang tua dan keluarga lo sih emang, tapi trus dampak lo buat orang lain apa? Okelah perusahaan pasti punya CSR, tapi seberapa besar sih dampak nyata CSR? Buat gue in the end CSR tuh berguna untuk kelangsungan si perusahaan itu sendiri kok, gak pure memang untuk kesejahteraan rakyat. Secara perusahaan itu kan tujuannya buat nyari profit, bukan organisasi sosial yang memang bertujuan untuk membantu masyarakat.

Nah sekarang ini karena belum bisa melakukan apa-apa, sejujurnya gue lagi pengen nyari komunitas or NGO, di mana gue bisa terlibat langsung baik part-time atau full-time biar hidup gue gak gini-gini amat. Gue udah bisa sekolah sampai S1, kayaknya gak cukup deh kalo setiap kebaikan yg gue terima sekarang cuma sekedar gue nikmatin sendiri.

I’m still looking forward for something I can do for others. What about you?

← Older entries Page 1 of 63